Dispangtan Siapkan Stock Beras Hingga 2021

Bandung, Timejabar.Com- Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung mengungkapkan stok beras di wilayah Bandung aman hingga awal 2021.

Selain itu, sejumlah harga-harga bahan pokok diupayakan agar tidak mengalami kenaikan signifikan pada hari Natal dan tahun baru 2021 mendatang.

"Bicara pangan beras, saya menerima laporan dari Bulog 4 bulan ke depan sampai akhir tahun dan awal tahun (2021) persediaan beras cukup untuk Bandung sampai Jabar," ujar Kepala Dispangtan Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar di Balai Kota Bandung, Rabu (18/11/2020).

Ia melanjutkan, pemerintah provinsi Jawa Barat pun memiliki cadangan beras sebanyak 70 ton yang berasal dari sisa 2019 kemarin.

Menurutnya, stok pangan yang lainnya di Kota Bandung pun cukup tersedia untuk beberapa bulan ke depan. "Menurut informasi dari pedagang, agen dan penjual di Kota Bandung cukup tersedia (stok pangan) karena selain persediaan, tingkat konsumsi atau daya beli tidak terlalu besar. Aman," katanya.

Gin Gin melanjutkan, pihaknya mengupayakan agar pada akhir 2020 tidak terjadi lonjakan harga melalui pengawasan dan monitoring di pasar-pasar. Ia mengatakan jika terjadi kenaikan harga bahan pokok hingga 25% maka akan dilakukan intervensi melalui operasi pasar bersama Pemprov Jabar.

Ia mengatakan saat ini harga bahan pokok yang naik yaitu telur ayam dan daging ayam. Menurutnya, hal tersebut terjadi karena harga pakan ayam mengalami kenaikan. Sedangkan kenaikan harga cabai disebabkan faktor cuaca serta ongkos pengiriman dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur ke Kota Bandung.

Sebelumnya, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung mengungkapkan harga komoditas bahan pokok telur dan cabai merah mengalami kenaikan. Namun, kenaikan tersebut relatif masih wajar sehingga tidak diperlukan kegiatan operasi pasar untuk menurunkan harga.

Kepala Disdagin Kota Bandung, Elly Wasliah mengaku pihaknya selalu memantau harga-harga bahan pokok tiap hari Kamis di 8 pasar tradisional dan ritel. Menurutnya, komoditas bahan pokok telur dan cabai merah mengalami kenaikan pada angka yang masih wajar. "Telur biasanya Rp21.000-22.000 per kilogram, sekarang Rp24.000-25.000 per kilogram," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu, (18/11/2020).

  • Bagikan melalui: