Meskapai Penerbangan Australia Akan PHK Karyawan 6.000 Pegawai

Australia, Timejabar.Com- Maskapai penerbangan asal Australia Qantas bakal melakukan pemutusan hubungan kerja ( PHK) terhadap 6.000 pegawai, sebagai bagian dari rencana untuk bertahan di tengah pagebluk virus corona.

Dilansir dari BBC, Kamis (25/6/2020), jumlah pegawai yang terdampak PHK itu setara dengan seperlima dari total pegawai Qantas sebelum krisis akibat virus corona.

Pada Maret 2020, Qantas merumahkan sementara 80 persen pegawainya. Maskapai penerbangan nasional Negeri Kangguru tersebut menyatakan, anjloknya bisnis transportasi udara telah memukul pendapatan. Adapun pada pekan lalu, pemerintah Australia menyatakan perbatasan akan tetap ditutup hingga tahun depan.

Ini memaksa Qantas membatalkan seluruh penerbangan internasionalnya hingga akhir Oktober 2020, kecuali ke Selandia Baru. CEO Qantas Alan Joyce mengungkapkan, pihaknya memroyeksikan pendapatan yang lebih kecil dalam tiga tahun ke depan. Dengan demikian, operasional Qantas harus lebih kecil pula agar dapat bertahan.

"Tindakan yang harus kami lakukan akan memberikan dampak besar bagi ribuan pegawai kami. Namun, anjloknya pendapatan hingga miliaran dollar AS membuat kami hanya memiliki sedikit pilihan di jangka panjang, jika kami menyelamatkan sebanyak mungkin posisi pekerjaan," ungkap Joyce.

Joyce menyebut, Qantas dan anak usahanya, yakni maskapai penerbangan berbiaya rendah Jetstar akan terus memperpanjang periode dirumahkan sementara bagi 15.000 pegawai, sejalan dengan upaya menunggu kepastian pemulihan.

Sejumlah upaya percepatan pemulihan telah dilakukan oleh Qantas. Salah satunya adalah memarkir 100 armada pesawatnya, termasuk jajaran armada Airbus A380. Qantas pun menunda pembelian pesawat baru.

  • Bagikan melalui: