Penunjukan Presiden Baru Peru Menuai Kontroversi

Jakarta,Timejabar.Com-Fransisco Sagasti resmi dilantik sebagai Presiden baru Peru pada Selasa (17/11). Sagasti akan menjabat sebagai presiden interim (sementara) Peru hingga akhir Juli 2021. Sagasti menjadi presiden interim menggantikan Manuel Merino yang hanya menjabat selama lima hari.

Merino dipaksa mengundurkan diri pada Minggu (15/11) setelah aksi protes di jalanan yang berlangsung berhari-hari kian memuncak atas kematian dua demonstran. Penunjukan Sagasti sebagai presiden interim diharapkan dapat meredakan ketegangan di negara itu setelah pemakzulan Presiden Martin Vizcarra pada Senin (16/11) telah memicu protes nasional.

Analis politik Augusto Alvarez Rodrich mengatakan pengelolaan "pandemi virus corona, pemulihan ekonomi, dan pelaksanaan pemilu 11 April secara transparan" adalah prioritas yang akan dihadapi oleh presiden baru. Dia menambahkan beberapa anggota parlemen mempertanyakan kebijaksanaan menghapus Vizcarra di tengah pandemi virus corona dan resesi yang melumpuhkan, tapi Sagasti akan membawa "momen stabilitas politik dan ekonomi" bagi negara.

Tugas utamanya adalah membangun kapal politik yang berbatu. Penunjukan Sagasti sebagai presiden interim diharapkan dapat meredakan ketegangan di negara itu setelah pemakzulan Presiden Martin Vizcarra pada Senin (16/11) telah memicu protes nasional.

"Hari ini bukan hari perayaan karena kita melihat kematian dua anak muda dalam aksi unjuk rasa (dalam) mengungkapkan pandangan mereka. Kita tidak bisa menghidupkannya kembali, tapi kongres dan eksekutif kita bisa mengambil tindakan agar tidak terulang lagi," kata Sagasti.Dilansir AFP, Sagasti segera meminta "pengampunan atas nama negara" dari keluarga dua demonstran yang diduga tewas di tangan polisi.

  • Bagikan melalui: