Trump Tumbang. Bagaimana Era Populisme Kedepan

Amerika, Timejabar.Com- Selama empat tahun, Presiden Donald Trump merupakan ikon populisme sayap kanan.

Trump menjadi standar bagi pemimpin populis lainnya. Seiiring dengan Trump yang tumbang pada pemilu presiden, apakah era populisme akan digantikan dengan tren politik demokratis seperti Joe Biden?

Jawabannya tidak! Trump memang memiliki legitimasi yang kuat ketika berkuasa dengan retorika pesan hingga kebijakan yang sangat populis dan nasionalis.

Dia pun menjadi juara sebagai pemimpin yang populis. Hingga kini pun hampir dipastikan belum ada pemimpin di dunia yang mampu melampui kekhasan dan kekuatan populisme yang telah dibangun Trump selama empat tahun berkuasa.

Hingga kekalahan telak bagi pemilu presiden lalu bukan hanya menjadi tekanan bagi Trump, tetapi pemimpin populis lainnya di dunia. Para pemipin populis dunia juga berpikir kembali dengan retorika dan kebijakan anti-imigran, seksisme, dan ultranasionalisme.

“Trump telah memberikan legitimasi terhadap populisme,” kata Fabrizio Tonello, profesor politik di Universitas Padua.

Gaya trump mampu mempengaruhi gaya politik dalam membangun kesepakatan dan kompromi. Namun, Trump dan pemimpin populis tetap bangga dan membusungkan dada. Trump mampu meraih 47% suara populer dengan lebih dari 73 juta suara. Ini hanya masalah waktu saja.

“Saya sangat berhati-hati kalau ada anggapan kalau populisme sudah berakhir,” kata Timothy Garton Ash, profesor kajian Eropa di Universitas Oxford, dilansir New York Times. “Secara umum, anggapan itu salah. Lebih dari 70 juta rakyat AS memilih Trump,” katanya.

  • Bagikan melalui: