Pelanggaran Protokol Kesehatan Bagi Ketua FPI Bukan Langkah Manjur

Jakarta,Timejabar.Com-Sanksi administratif pelanggaran protokol kesehatan pencegahan Covid-19 berupa denda Rp50 juta yang dijatuhkan ke Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab oleh beberapa pihak dinilai bukan langkah manjur.

Ketua Perwakilan Ombudsman DKI Jakarta, Teguh Nugroho misalnya, menganggap hukuman denda itu formalitas belaka. Nominal Rp50 juta menurut dia tak akan memberikan efek jera. "Tentu tidak akan memberi efek jera. Malah pesannya bisa terbalik," ungkap Teguh saat dihubungi, Senin (16/11).

Menurut Teguh, sanksi denda tersebut malah akan membuka ruang bagi masyarakat bahwa mengadakan kegiatan dengan jumlah besar akan diperbolehkan atau bisa dilakukan selama 'diusahakan' memenuhi protokol kesehatan dan siap dengan denda Rp50 juta.

Artinya, warga yang berencana menggelar acara keramaian dengan keuntungan besar, bisa saja menyiapkan uang Rp50 juta sebagai ganti denda jika disanksi kelak. Itulah sebab Teguh menyebut sanksi denda hanya formalitas dan cermin ketidakmampuan pemerintah mencegah acara-acara tersebut.

Denda ini dianggap tidak akan berpengaruh banyak. Teguh juga mengkritik sikap pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI dalam menangani kerumunan menyusul kedatangan Riziq Shihab ke Indonesia.

Terlebih, dua pimpinan tertinggi DKI, Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria terang-terangan mengunjungi serta ikut dalam acara pentolan FPI tersebut.

"Padahal yang bersangkutan seharusnya karantina mandiri. Ini menunjukkan lemahnya koordinasi pencegahan antara pemerintah pusat dan daerah," tutur Teguh.

  • Bagikan melalui: