Waspada Gempa 48 Kali Kejadian di Jabar

Bandung, Timejabar.Com-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandung mencatat 48 kali kejadian gempa bumi selama Agustus 2021.

Dari jumlah itu, sekitar 74 persen terjadi di laut akibat aktivitas sesar di dasar laut. Kepala BMKG Stasiun Bandung Teguh Rahayu mengatakan, melihat lokasi pusat kejadian gempa bumi lebih dari separuhnya terjadi di laut, sehingga wilayah pantai selatan Jawa Barat berpotensi terjadinya tsunami yang diakibatkan oleh gempa bumi. Kendati begitu, puluhan gempa yang terjadi dengan kekuatan di bawah 4 skala richter.

"Dari peta distribusi epicenter gempa bumi periode bulan Agustus 2021, terlihat 36 kejadian gempabumi terjadi dilaut dan tersebar di selatan Pulau Jawa, sebagai akibat dari subduksi pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia," kata dia.

Sedangkan 12 gempabumi terjadi didarat dengan kedalaman dangkal sebagai aktivitas sesar lokal. Sementara gempa bumi terjadi di darat yang disebabkan oleh aktivitas sesar ada sebanyak delapan kejadian.

Satu diantara dirasakan akibat aktivitas sesar Cimandiri. Ini menandakan bahwa sesar yang ada di wilayah Jawa Barat adalah sesar aktif yang perlu diwaspadai oleh masyarakat. Jumlah kejadian gempa tertinggi terjadi pada tanggal 04 Agustus 2021 dengan total sebanyak 6 kejadian gempabumi. Kedalaman gempabumi yang terjadi bervariasi pada rentang 1 hingga 129 km.

Sedangkan untuk magnitudo gempabumi terbesar yang teracatat adalah 4,9 dan Magnitudo terkecil yang tercatat adalah 1,6. Sepanjang Agustus 2021 terdapat satu rangkaian gempa Doublet yang dirasakan. Gempa Doublet merupakan rangkaian gempa yang kekuatannya hampir sama dalam waktu dan lokasi yang berdekatan.

Gempa doublet terjadi pada tanggal 07 Agustus 2021. Gempa pertama terjadi pukul 20.17 WIB dengan magnitude sebesar 4,1 yang berpusat pada koordinat 7,86 Lintang Selatan dan 107,27 Bujur Timur pada kedalaman 26 Km. Sedangkan gempa kedua terjadi pukul 20:11 WIB dengan magnitude sebesar 4,0 yang berpusat pada koordinat 7,85 Lintang Selatan dan 107,28 Bujur Timur pada kedalaman 25 Km.

Gempa Doublet tersebut dirasakan di Tasikmalaya sebesar III MMI dan di Cikelet, Cikajang, Sayangheulang, Pangalengan, Singajaya, serta wilayah Bungbulan sebesar II MMI.

  • Bagikan melalui: