Diduga Aniaya Pemilik Warkop. Pol PP Gowa Minta Maaf

Jakarta, Timejabar.Com-Kejadian dugaan pemukulan yang dilakukan oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, terhadap sepasang suami istri pemilik warung kopi, Rabu (14/7) dipicu karena korban tak diterima ditegur soal pakaian yang dikenakan.

Patroli Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dilakukan Satpol PP Gowa untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di Kabupaten Gowa, di mana seluruh kegiatan masyarakat dan pelaku usaha hanya dapat beraktivitas hingga pukul 17.00 WITA.

Jadi begini teman-teman Satpol, Polri TNI, dan ibu sekda yang tengah patroli PPKM, kemudian didapati ada warkop yang terbuka, kemudian petugas masuk," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Gowa, Arifuddin Saeni, Kamis (15/7).

Setelah petugas di dalam warkop itu, kata Arifuddin petugas Satpol PP lalu menegur pemilik warkop, Nur Halim agar segera menutup tempat usahanya. Kemudian salah satu petugas menegur istri Nur Halim, Riyana Kasturi yang saat itu memakai pakaian yang tidak sopan.

"Awalnya semua berjalan baik, tapi kebetulan ini ibu memakai baju agak seksi, lalu ditegur untuk mengganti bajunya. Di sinilah awal mulanya," katanya.

  • Bagikan melalui: