Penemuan Ular Masuk ke Pemukiman Menjadi Perhatian

Cimahi,Timejabar. Com-Kasus penemuan ular masuk permukiman mulai marak terjadi pada musim bertelur dan musim penghujan.

Semakin rusaknya habitat asli ular juga menjadi faktor utama banyaknya reptil berbisa tersebut berseteru dengan manusia. Di sisi lain, petugas pemadam kebakaran yang sering dimintai pertolongan oleh warga, tidak pernah dilatih secara khusus menangani satwa.

Hukum alam pun berlaku, akhirnya banyak ular yang tumbang di tangan warga. Ketua Penasehat Komunitas Reptil Bandung Firman Nurdiansyah mengatakan, kasus ular masuk permukiman dirasa wajar karena periode November-Desember merupakan musim bertelur ular.

"Jadi bukan hal aneh lagi apabila di musim ini banyak sekali laporan dari masyarakat terkait penemuan ular di lingkungan sekitar perumahan warga, musim bertelur dan mulai berkurangnya habitat asli ular," ungkapnya.

Firman memaparkan, ular sebagai hewan berdarah dingin cenderung menyukai tempat yang lembab dan teduh. Akan tetapi, mereka juga tidak menyukai suhu yang begitu dingin mau pun panas, karena mereka tidak dapat menghasilkan suhu panas di dalam tubuh mereka "Akhirnya untuk menghangatkan tubuhnya, mereka akan mencari tempat-tempat yang hangat seperti dibawah tumpukan bebatuan, tanah, dan daun-daun kering meski habitatnya di area perkebunan, persawahan dam area yang dekat dengan aliran air/sungai dan terdapat banyak hama tikus," sebutnya.

Hal lain yang menyebabkan kerap ditemukannya ular masuk permukiman adalah karena semakin terkikisnya habitat asli ular. Hewan melata itu kemudian terpaksa memasuki permukiman warga untuk mencari tempat aman berkembang biak atau menghangatkan tubuh mereka.

Menurutnya, dari berbagai jenis ular yang ada di Indonesia hanya sekitar 20% saja yang memiliki bisa mematikan, sisanya hanya jenis ular yang memiliki bisa rendah, dan tidak berbisa sama sekali.

"Beberapa jenis ular yang biasanya ditemukan masuk ke area pemukiman warga adalah jenis-jenis ular tikus (rat snake) tidak berbisa seperti ular koros, ular jali, ular cicak, ular pipa, dan kadang ular python/sanca. Sementara untuk jenis ular berbisa biasanya seperti ular weling, ular kobra, ular gibuk/tanah (Rhodostoma)," ujar dia.

  • Bagikan melalui: