Kawasan Wisata Masuk Daftar Hutan Neraka Salah Satunya

Jakarta, Timejabar.Com-Tahun 2019 menjadi tahun yang membanggakan bagi Indonesia, setelah Pertambangan Batu Bara Ombilin di Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatra Barat, masuk ke dalam Daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.

Sebelumnya, ada delapan situs di Indonesia yang telah masuk daftar bergengsi tersebut, yakni; Candi Borobudur, Taman Nasional Komodo, Candi Prambanan, Taman Nasional Ujung Kulon, Situs Sangiran, Taman Nasional Lorentz, Hutan Hujan Tropis Sumatera, dan Persawahan Subak Bali. Sayangnya, pada tahun 2011 salah satu situs masuk dalam Danger List (Daftar Bahaya) Hutan Hujan Tropis Sumatera.

Masuk Daftar Situs Warisan UNESCO pada tahun 2004, Hutan Hujan Tropis Sumatra yang seluas 2,5 juta hektare terdiri dari tiga taman nasional, yakni; Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Situs ini memiliki potensi besar untuk konservasi jangka panjang dari biota khas dan beragam Sumatera, termasuk banyak spesies yang terancam punah. Kawasan lindungnya adalah rumah bagi sekitar 10 ribu spesies tanaman, termasuk 17 genus endemik; lebih dari 200 spesies mamalia; dan sekitar 580 jenis burung, 21 di antaranya adalah endemik.

Dari spesies mamalia, 22 di antaranya asli Asia, tidak ditemukan di tempat lain dan 15 di antaranya hanya ditemukan di Indonesia, termasuk Orangutan Sumatera. Hutan yang melintasi Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Lampung ini juga menyediakan bukti biogeografis dari evolusi pulau-pulau tersebut.

Hutan Hujan Tropis Sumatera akhirnya menghuni "daftar neraka" karena dianggap kehilangan unsur keaslian alamnya, baik dari faktor flora sampai fauna. Kasus yang paling sering diberitakan ialah soal kebakaran hutan di sana, yang hampir terjadi setiap tahunnya.

  • Bagikan melalui: